Artikel Sekolah Alam

Sekolah Alam merupakan salah satu sekolahan yang menerapkan pola pendidikan yang berbasiskan cara-cara otak bekerja dalam menyerap suatu informasi atau ilmu. Pola ini kemudian menjadi moto Sekolah Peradaban : Belajar Sesuai Cara Otak Belajar.Sekolah Peradaban juga mengadopsi sistem Multiple Intelegency (Kecerdasan Majemuk), yang merupakan pendekatan mutakhir dalam dunia pendidikan.Sekolah Peradaban setype dengan sekolah alam pada umumnya, namun tidak persis sama.

Setiap individu mempunyai cara belajar yang berbeda walaupun dengan materi yang sama. Agar efektif perlu kiranya setiap kekhasan cara belajar tersebut dikelompokkan sesuai dengan kekhasan tersebut. Dengan kata lain sesuai dengan kelompok kecerdasannya masing-masing. Individu yang telah sesuai dengan cara belajar mereka, maka sangat efektif sekali dalam menyerap informasi, bagaikan spon yang dicelupkan ke air dan akan menyerap air sampai optimal hampir tanpa energi yang berarti.

Tantangan kehidupan seiring dengan perkembangan peradaban dan kompleksiatas kehidupan, kita harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat dan persaingan kehidupan ekonomi yang sangat ketat. “Kemampuan Super” untuk beradaptasi ini harus menjadi prioritas utama untuk mengajar dan mendidik anak-anak kita. Oleh karenanya diperlukan suatu cara : Belajar bagaimana cara Belajar Belajar bagaimana cara Berpikir.

Siswa yang telah berbekal “Bagaimana cara BELAJAR dan BERPIKIR” dan telah menjadi bagian dari diri mereka, Insya Allah mereka akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri secara ekonomi , memiliki hubungan kemanusiaan yang mantap, serta memiliki pertumbuhan kepribadian yang mantap. Dan mereka pun akan sangat mengenal diri mereka dan pada akhirnya mereka akan mengenal Tuhannya serta “Cinta” kepada-Nya akan semakin dalam dan abadi.

Belajar “BAGAIMANA CARA BELAJAR DAN BERPIKIR” berarti belajar dengan cara yang sesuai dengan cara otak belajar dan bekerja. Ini juga berarti proses pembelajaran akan sangat khas atau berbeda bagi setiap individu walaupun dengan materi yang sama, karena otak manusia sesungguhnya sangat individual, khas, dan spesifik. Dengan kekhasan setiap otak manusia ini, akan lebih optimal dan efektif bila kiranya setiap individu dikelompokkan sesuai dengan kekhasan cara belajar mereka.

Kondisi fisiologis mereka ketika belajar juga akan sangat berpengaruh terhadap keefektifan cara belajar mereka. Suasana dan kondisi lingkungan yang menyenangkan (Fun Learning), akan sangat mendukung dalam proces pembelajaran ini.

Berdasarkan hal tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk mengkonsep sebuah pendidikan yang menyelenggarakan sistem belajar mengajar yang menghargai setiap potensi yang ada, serta diselaraskan dengan kondisi psikologis siswa, sehingga otak mereka akan sangat mudah untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran dan proses belajar pun akan menjadi sangat optimal dan efektif.

Budaya Belajar harus menjadi “Petualangan seumur hidup” dan “Perjalanan eksplorasi tanpa akhir”, sehingga pertumbuhan seluruh kepribadian kita akan tercelup dan terwarnai dengan nilai-nilai yang kita pelajari. Dengan demikian “Belajar” akan menjadi sangat bermakna dan sanggup mencetak pribadi-pribadi yang Beradab.

Accelerated Learning Setiap informasi yang yang masuk akan melalui sistem limbik. Bila kondisi individu yang menerima info dalam kondisi FUN, NYAMAN, SANTAI dan sesuai cara belajarnya, maka informasi akan diteruskan ke masing-masing “pintu” belahan otak (NEOKORTEKS) sesuai dengan cara belajar masing-masing individu. Informasi akan menetap di belahan otaknya masing-masing. Pembelajaran akan berlangsung efektif dan alamiah. Enak kan .kayak main spon di celupkan ke air aja Namun bila kondisi belajar tidak FUN atau tidak sesuai dengan cara belajar masing-masing individu, informasi tsb akan diteruskan ke batang otak, dengan kata lain informasi tsb “dibuang”.

Kecerdasan Majemuk Setiap individu punya cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain. Namun demikian,ada yang mempunyai kekhasan yang hampir mirip. Untuk memudahkan bagaimana masing-masing individu mengoptimalkan kekhasan cara otak belajar mereka, dibentuk kelompok-kelompok sesuai dengan kekhasan tsb. Sehingga process pembelajaran akan lebih optimal dan efektif. Kenapa demikian? Karena mereka punya cara belajar yang hampir sama…Mereka yang mempunyai berpikir cenderung logis, tentunya akan sangat efektif sekali bila mereka berada dalam lingkungan atau kelompok yang sama-sama berpikir logis. Akan sangat tidak efektif bila dicampur dengan kelompok yang cenderung tidak logis.

Kekhasan cara otak belajar tsb, lebih sering disebut sebagai dengan “kecerdasan majemuk” atau “Multiple Intelligence”, yang selanjutnya disebut KM atau MI. Pemgelompokkan kecerdasan ini bisa dikelompokkan menjadi 8 atau bahkan ada yang mengelompokkan menjadi 9 kelompok. Namun secara umum tercakup dalam 4 kelompok kecerdasan :Matematis-logis, Kinestetis, Liguistis, Visual Spasial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s