MAKALAH INOVASI PEMBELAJARAN

Sampai saat ini banyak kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar matematika. Hal ini disebabkan karena banyaknya anggapan bahwa matematika sulit. Dengan anggapan itu akhirnya berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.

Orang tua juga merupakan pihak yang berperan utama dalam penanganan anak. Sebab interaksi anak dengan orang tua tetap lebih besar porsinya dibanding dengan interaksi guru dengan anak di sekolah. Orang tua harus mampu menciptakan kondisi dan menyediakan sarana yang menunjang proses belajar anak.

Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa guru menentukan keberhasilan belajar siswa. Kemampuan guru dalam melaksanakan poses belajar mengajar sangat bepengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa. Biasanya guru menggunakan model pembelajaran konvensional dan metode ceramah sebagai cara untuk menyampaikan materi pelajaran. Melalui model pembelajaran konvesioanal dan metode ceramah, siswa akan lebih banyak pengetahuan, namun pengetahuan itu hanya diterima dari informasi guru, akibatnya pembelajaran menjadi kurang bermakna karena ilmu pengetahuan yang didapat oleh siswa mudah terlupakan.

Didalam proses belajar mengajar, guru harus memiki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien serta mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu, guru harus menguasi teknik – teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Setiap materi yang akan disampaikan harus menggunakan metode yang tepat, karena dengan metode belajar yang berbeda akan mempengaruhi siswa dalam menerima pelajaran, terutama pelajaran matematika.

Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 28 Mei 2011 dengan Bapak Suharja, S.Pd.Mat selaku guru mata pelajaran matematika di kelas IX SMP N 1 Winong, masih banyak siswa yang mendapat nilai rendah pada ulangan matematika. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain: siswa merasa kesulitan dalam memahami konsep matematika, siswa kurang termotivasi untuk belajar matematika, dan siswa cenderung bersifat pasif dan kurang bisa bekerja dalam kelompok.

Dari uraian di atas maka salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan pembelajaran- pembelajaran inovatif. Pembelajaran- pembelajaran inovatif membantu guru untuk mengaitkan antara materi ajar dengan situasi dalam kelas, sehingga siswa lebih tertarik dan tertantang untuk menerima atau mengikuti pelajaran matematika. Proses pembelajaran akan berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan sekedar transfer pengetahuan dari guru ke siswa.

Melalui pembelajaran- pembelajaran inovatif dapat diketahaui apa makna belajar, apa manfaatnya, dan bagaiman mencapai. Diharapkan yang dipelajari siswa berguna bagi hidupnya. Dengan demikian siswa akan memposisikan dirinya sebagai pihak yang memerlukan bekal untuk hidupnya nanti.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.  Definisi Pembelajaran Inovatif

 

Pembelajaran Inovatif  mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi pebelajar untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Pembelajaran inovatif  yang disajikan adalah model pembelajaran kolaboratif model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran berorientasi  Nature of Science (NOS). Ketiga model tersebut memiliki peluang yang besar dalam memfasilitasi siswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya.

  1. B.  Mekanisme Pelaksanaan

Guru adalah faktor yang menentukan keberhasilan belajar siswa. Kemampuan guru dalam melaksanakan poses belajar mengajar sangat bepengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa. Biasanya guru menggunakan model pembelajaran konvensional dan metode ceramah sebagai cara untuk menyampaikan materi pelajaran. Melalui model pembelajaran konvesioanal dan metode ceramah, siswa akan lebih banyak pengetahuan, namun pengetahuan itu hanya diterima dari informasi guru, akibatnya pembelajaran menjadi kurang bermakna karena ilmu pengetahuan yang didapat oleh siswa mudah terlupakan.

Siswa juga cenderung jenuh dan bosan jika pembelajaran yang dilakukan selalu monoton dan metode lama selalu sepert itu saja. Untuk mengatasi hal itu guru harus memiki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien serta mengenal pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu, guru harus menguasi teknik – teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Setiap materi yang akan disampaikan harus menggunakan metode yang tepat, karena dengan metode belajar yang berbeda akan mempengaruhi siswa dalam menerima pelajaran, terutama pelajaran matematika.

Dalam pembelajaran- pembelajaran inovatif yang diterapkan oleh bapak Suharja, S.Pd.Mat di kelas IX pada pelaksanaannya memerlukan berbagai persiapan, yaitu siswa diharapkan mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan misalnya sebelum membahas suatu materi siswa mempelajari materi terlebih dahulu. Agar dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut berjalan lancar. Kemudian guru mempersiapkan materi dengan baik, peralatan, maupun media yang diperlukan dalam pembelajaran inovatif. Pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dapat dilaksanakan di ruang kelas maupun di ruang multimedia.

  1. C.  Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Inovatif

 

Melalui pembelajaran-pembelajaran inovatif dapat diketahaui apa tujuan pembelajaran tersebut untuk siswa. Dan siswa akan mengetahui bagaimana cara menyelesaikan suatu persoalan dengan menggunakan solusi yang tepat. Jika diberi suatu persoalan siswa akan lebih tanggap dan berusaha menyelesaikan. Sehingga pembelajaran inovatif yang diterapkan oleh guru tidak membuat siswa jenuh terhadap pelajaran matematika yang dianggap sebagian siswa sebagai pelajaran yang sulit.

Dari pelaksanaan pembelajaran- pembelajaran yang inovatif terjadi peningkatan motivasi belajar siswa terhadap matematika, misalnya siswa akan lebih tertarik dan tertantang untuk menerima atau mengikuti pelajaran matematika, respon siswa meningkat, dan siswa juga lebih aktif dan kreatif. Dalam proses pembelajaran siswa akan cenderung aktif bertanya serta aktif menyelesaikan suatu permasalahan dalam matematika.

Yang dipelajari siswa diharapkan berguna bagi hidupnya. Dengan demikian siswa akan memposisikan dirinya sebagai pihak yang memerlukan bekal untuk hidupnya nanti.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.  Kesimpulan

 

Dengan pembelajaran inovatif yang diterapkan oleh Bapak Suharja, S.Pd.Mat pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Winong menjadikan siswa lebih tertarik dan tertantang untuk mengikuti pelajaran matematika. Respon siswa juga meningkat serta lebih aktif dan kreatif.

  1. B.  Saran

 

Sebaiknya guru menerapkan pembelajaran- pembelajaran inovatif pada siswa agar siswa tidak cenderung jenuh dan bosan pada pembelajaran yang bersifat monoton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s